BAB IV
AKUATIK
Loncat indah tergolong aktivitas air. Sebelum
mempelajari loncat indah, sebaiknya kalian menguasai keterampilan renang
terlebih dahulu. Renang sangat diperlukan sebagai dasar untuk melatih olahraga
air lainnya. Kali ini kita akan mempelajari satu gaya renang dan teknik dasar
dari samping kolam serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Setelah
mempelajari bab ini diharapkan kalian dapat mempratikkan salah satu gaya renang
dan teknik dasar loncat indah dari samping kolam dengan penuh disiplin,
keberanian, tanggung jawab, serta kerja keras. (Baca juga : Aktivitas Senam
Ritmik : Ritmik, Ayunan, Lompat, Langkah)
Beragam
aktivitas permainan dan olahraga air berkembang saat ini, baik yang menggunakan
alat maupun tidak menggunakan alat. Di antara aktivitas tersebut adalah
olahraga renang dan loncat indah. Renang haruslah dikuasai seseorang jika akan
melakukan aktivitas dalam air yang lain. Pelajarilah materi pada bab ini
sebaik-baiknya supaya kalian mampu mempraktikkan olahraga renang dan loncat
indah tanpa kesulitan. (Baca juga : Aktivitas Senam
Lantai : Gymnastic, Floor exercise, Neck spring, Hand spring, Voulting horse)
A. Pengertian Aktivitas
Akuatik dalam Pendidikan Jasmani
Aktivitas akuatik adalah segala kegiatan yang
berhubungan dengan air. Contohnya: olahraga renang, polo air, loncat indah,
berselancar, arung jeram, dan sebagainya.
Olahraga renang semakin lama semakin
berkembang dan tersebar luas hampir ke seluruh negara termasuk Indonesia, sehingga
bermunculan perkumpulan-perkumpulan renang. Oleh karena itu, pada tahun 1908
didirikanlah perserikatan renang di seluruh dunia dan dikenal dengan singkatan
FINA (Federation Internationale de Nation Amateur). Pada tahun 1917 di
Indonesia didirikan perserikatan dengan nama Bandoengse Zwembond dan pada tahun
1951 didirikan Persatuan Berenang Seluruh Indonesia disingkat PBSI. Nama PBSI
pada tahun 1956 diubah menjadi PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) dan
nama ini digunakan sampai sekarang. Penggantian nama ini lebih dikarenakan
supaya singkatannya tidak sama dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia
(PBSI). (Baca juga : Aktivitas
Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training,
Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran,
Evaluasi)
1. Gaya dada (katak)
2. Gaya bebas (crawl)
3. Gaya punggung (back crawl)
4. Gaya kupu-kupu
Manfaat Olahraga Renang
Tahukah kalian, renang memiliki berbagai
manfaat, yakni sebagai bentuk keterampilan untuk bela diri, rekreasi,
kesehatan, dan juga prestasi. (Baca juga : Permainan dan
Olahraga 1, Bola Besar dan Kecil, Atletik, Pencak Silat)
1 . Bentuk keterampilan bela diri
Ditinjau dari segi keterampilan bela diri,
dengan menguasai renang berarti telah mempersiapkan diri dari kemungkinan
bahaya tenggelam.
2 . Bentuk rekreasi
Ditinjau dari segi rekreasi, setiap tempat
rekreasi yang memenuhi syarat tidak terlepas dari keberadaan sarana kolam
renang ataupun pantai yang menarik untuk dikunjungi. Berenang mampu memberikan
hiburan yang membahagiakan bagi pelakunya.
3 . Bentuk kesehatan dan kebugaran tubuh
Renang adalah aktivitas olahraga yang mampu
melibatkan seluruh bagian tubuh untuk tetap bergerak dan dari sisi kedokteran
renang merupakan terapi terbaik untuk penyembuhan penyakit pernapasan asma.
Renang juga mampu menambah dan melatih kapasitas paru-paru.
4 . Bentuk olahraga prestasi
Renang merupakan salah satu cabang olahraga
pokok dan wajib diselenggarakan pada setiap perlombaan seperti Pekan Olahraga
Nasional, SEA Games, Asian Games, Olympiade, dan bahkan Pesta Olaraga Mahasiswa
Dunia atau World University Games. (Baca juga : Aktivitas
Penjelajahan dan Penyelamatan di Pantai, Makanan Sehat)
B. Keterampilan Dasar
Renang Gaya Bebas
Kali ini kita akan mempelajari renang gaya
bebas sebelum mempelajari loncat indah. Perlu kalian praktikkan sebelum
mempelajari beberapa teknik renang adalah bagaimana mengapung dan mengayunkan
kaki dalam air. Mengayunkan kaki di air dengan berjalan di air yang dalam.
Renang gaya bebas ini disebut juga dengan gaya crawl atau bisa juga disebut
dengan gaya rimau. Mengapa gaya bebas itu penting? Gaya bebas merupakan esensi
dari renang sebelum mempelajari loncat indah. Gaya bebas memungkinkan kalian
bergerak lebih cepat di dalam air daripada gaya lain serta memungkinkan kalian
untuk melihat ke depan. Teknik dasar gerakan renang gaya bebas yang akan kita
pelajari sebagai berikut. (Baca juga : Hidup Sehat
Tanpa Narkoba, Zat Adiktif, Psikotropika)
1. Teknik ayunan tangan ke atas
2. Teknik ayunan kaki
3. Teknik pernapasan
1. Teknik Ayunan Tangan ke
Atas
Cara melakukan ayunan tangan ke atas sebagai
berikut.
a. Ambil napas. Telapak tangan menghadap ke
atas.
b. Angkat siku, biarkan telapak tangan ikut
bergerak juga.
c. Siku harus dalam keadaan ditekuk 90o
sewaktu telapak tangan bergerak melewati wajah.
d. Jangkauan tangan ke depan melewati udara
di atas air.
e. Ujung jari harus menyentuh air lebih
dahulu daripada siku.
f. Putar wajah ke arah bawah, luruskan tubuh,
meluncur, kedua tangan terjulur ke depan.
g. Kayuh, masuk ke posisi meluncur miring
pada sisi tubuh yang sebelah, wajah tetap menghadap ke bawah dan hembuskan
napas.
h. Lakukan gerakan yang sama dengan tangan
satunya. (Baca juga : Permainan dan
Olahraga II : Bola Besar dan Kecil, Sepak Bola, Voli, Basket, Tenis Meja,
Softball, Atletik, Pencak Silat)
Perhatikan gambar di bawah ini!
2. Teknik Ayunan Kaki
Cara melakukan teknik ayunan kaki sebagai
berikut.
a. Kedua kaki digerakkan naik turun secara
bergantian ke atas dan ke bawah, gerakan kaki dimulai dari pangkal paha (sumbu
gerakan).
b. Perlu diperhatikan bahwa pada waktu
menggerakkan kaki naik turun (antara kaki kanan dan kiri), keadaan kaki harus
lurus tetapi tidak kaku dan gerakan kaki harus dapat mengibaskan air
sebanyak-banyaknya atau sepenuhnya. (Baca juga : Aktivitas
Penjelajahan Gunung : Backpacking, Camping, Hill craft, Hiking, Mountaineering,
Rock climbing)
Perhatikan
gambar di bawah ini!
3. Teknik Pernapasan
Pengambilan napas pada renang gaya bebas
tergantung dari kebiasaan dan kenyamanan dari perenang itu sendiri. Artinya
dapat melakukan pengambilan napas dengan memunculkan mulut ke atas permukaan
air ke sebelah kiri atau ke sebelah kanan. Perlu kalian perhatikan bahwa pada
waktu menarik tangan ke bawah air (tangan kanan atau tangan kiri), munculkan
mulut ke atas permukaan air untuk mengambil napas atau udara. Dan pada waktu
tangan tersebut diluruskan kembali ke depan, muka dimasukkan atau dihadapkan
lagi ke bawah air untuk mengeluarkan napas.
Pengambilan napas yang baik dan biasa
dilakukan para perenang adalah ke satu arah, artinya ke sebelah kanan saja atau
ke sebelah kiri saja. Jarang dilakukan mengambil napas ke sebelah kiri dan ke
sebelah kanan. (Baca juga : Aktivitas Air
(Akuatik) II : Aktivitas akuatik, Keterampilan, Renang gaya dada dan gaya
miring)
Cara melakukan pernapasan renang gaya bebas
sebagai berikut.
a. Tangan yang bukan sisi pernapasan memasuki
air, kemudian mulai mengayuh dengan tangan sisi pernapasan.
b. Ambil napas pada bagian pertengahan
terakhir dari gerakan tangan sisi pernapasan dan siku terangkat.
c. Raih ke depan melampaui atas tabung
imajinasi dan siku terangkat.
d. Tangan memasuki air, mulai mengayuh dengan
tangan bukan sisi pernapasan.
e. Teruskan secara teratur. (Baca juga
: Aktivitas Senam
Ritmik II : Gerak dan irama, Keluwesan, Estetika, Koordinasi gerak)
Perhatikan gambar di bawah ini!
C. Loncat Indah
Kalian telah menguasai olahraga renang dan
selanjutnya mempelajari loncat indah. Loncat indah adalah kegiatan meloncat ke
kolam renang dari papan loncat yang mempunyai tinggi bervariasi yaitu dari
papan terendah (1 sampai dengan 4 meter) sampai dengan menara (5 sampai dengan
10 meter). Sebelum berlatih loncat indah dengan menggunakan papan loncatan,
terlebih dahulu kalian dapat belajar melakukan loncat indah dari tepi
kolam. (Baca juga : Aktivitas Senam
Artistik II : Handstand, Tiger sprong, Balance)
Cara melakukan terjun ke air dari tepi kolam
ada beberapa macam, di antaranya sebagai berikut.
1. Terjun ke depan dari posisi berdiri.
2. Terjun dengan bantuan hulahop.
3. Terjun satu kaki.
4. Terjun dari posisi berlutut.
Pada materi kali ini hanya akan membahas
terjun ke depan dari posisi berdiri dan terjun dengan bantuan hulahop.
1. Terjun ke Depan dari
Posisi Berdiri
Untuk
melakukan terjun ke depan dari posisi berdiri diharuskan menggunakan kedalaman
air minimal 10 kaki. Teknik terjun berdiri ini merupakan teknik dasar dari
segala jenis teknik loncat yang lebih rumit. Cara melakukan teknik terjun ke
depan dari posisi berdiri sebagai berikut.
a. Jari kaki mencengkeram pinggir kolam dan
tangan di samping.
b. Tangan bergerak melingkar dan lutut
ditekuk.
c. Loncat ke atas dan angkat paha.
d. Arahkan pada titik sejauh 4 kaki dari tepi
dan tekuk tubuh.
e. Dagu ke bawah dan angkat kaki.
f. Tubuh lurus, masuk secara vertikal.
g. Lengkungkan tubuh, angkat kepala dan
tangan, dan meluncurlah. (Baca juga : Aktivitas
Pengembangan II : Kelentukan, Kekuatan, Daya tahan, Kebugaran jasmani, Tes
kebugaran, Interpretasi hasil)
2. Terjun dengan Hulahop
Terjun dengan hulahop memerlukan teknik
terjun lebih tinggi. Untuk meningkatkan kesulitan kita dapat menaikkan hulahop
lebih tinggi dari posisi awal (setinggi paha) dan ayunan tangan lebih tinggi
lagi untuk membantu mengangkat tubuh kita. Diperlukan banyak sekali latihan
terjun sebelum kita dapat terjun tinggi dengan memasuki air secara vertikal dan
tanpa semburan air.
Berikut ini cara melakukan teknik terjun
dengan bantuan hulahop.
a. Berdirilah di dalam lingkaran hulahop dan
bersiap untuk terjun ke depan. Minta seseorang untuk memegang sebuah hulahop
setinggi tulang kering atau lutut kita dengan jarak antara lingkaran hulahop
dan kaki sekitar 1 kaki (pemegang hulahop tersebut harus berada di samping kita
agar tidak tertendang).
b. Kemudian terjunlah dengan melewati
lingkaran hulahop dan berhati-hatilah untuk selalu memasuki air secara vertikal
dengan posisi kepala ke bawah.
c. Titik masuk di air jaraknya jangan terlalu
jauh dari tepi kolam.
d. Naikkan hulahop sedikit demi sedikit pada
setiap kali kita terjun untuk melihat seberapa tinggi kita dapat terjun
melewatinya.
Latihan
1. Apakah kepanjangan PRSI?
2. Sebutkan olahraga yang termasuk aktivitas
akuatik!
3. Sebutkan empat gaya yang sering digunakan
dalam perlombaan renang!
Tugas
1. Praktikkan ayunan tangan ke atas renang
gaya bebas!
2. Praktikkan pernapasan renang gaya bebas!
3. Praktikkan terjun dengan posisi berdiri di
samping kolam!
Rangkuman
1. Aktivitas akuatik adalah segala kegiatan
yang dilakukan semuanya berhubungan dengan air. Contohnya: olahraga renang,
polo air, loncat indah, berselancar, arung jeram, dan sebagainya.
2. Olahraga renang terdapat empat gaya.
a. Gaya dada
b. Gaya bebas
c. Gaya punggung
d. Gaya kupu-kupu
3. Loncat indah adalah bagian dari olahraga
akuatik. Terjun atau loncat indah merupakan suatu cabang olahraga yang menuntut
pelakunya untuk dapat berenang.
4. Cara melakukan terjun dari tepi kolam ada
beberapa macam, diantaranya berikut ini.
a. Terjun ke depan dari posisi berdiri
b. Terjun dengan bantuan hulahop
c. Terjun satu kaki
d. Terjun dari posisi berlutut
MANFAAT AKTIVITAS FISIK
1. PERAN
AKTIVITAS FISIK
1.1 Definisi
Aktivitas
fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang
memerlukan pengeluaran energi. Aktivitas fisik yang tidak ada (kurangnya
aktivitas fisik) merupakan faktor risiko independen untuk penyakit kronis, dan
secara keseluruhan diperkirakan menyebabkan kematian secara global ( WHO, 2010;
Physical Activity. In Guide to Community Preventive Services Web site, 2008).
1.2 Peran Aktivitas Fisik
terhadap Kesehatan
Aktivitas
fisik secara teratur memiliki efek yang menguntungkan terhadap kesehatan yaitu
:
a. Memperbaiki
dan meningkatkan mood
Aktivitas
fisik yang dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia dan lebih santai
dibanding kondisi sebelumnya. Penampilan seseorang juga akan tampak lebih baik,
lebioh bugar dan lebih bahagia ketika berolahraga secara teratur. Hal itu akan
segera meningkatkan rasa percaya diri sekaligus mendongkrak hraga diri.
Aktivitas fisik yang teratur
dapat membantu mencegah depresi.
Stres
bukan hal yang remeh karena dapat mengganggu sistem metabolisme dalam tubuh
yang mengakibatkan seseorang menjadi mudah lelah, berat badan turun drastis,
salit-sakitan sehingga metabolismenyaa terganggu. Bagi perempuan dapat
berakibat pada terganggunya siklus haid.
b. Mencegah
penyakit kronis
Di sisi
lainnya aktivitas fisik yang teratur dapat membantu seseorang dalam
mengendalikan tekanan darah tinggi. Aktivitas fisik menyebabkan low density
lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat bisa diredam. Aktivitas fisik yang teratur
berpotensi meningkatkan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik,
sekaligus mengurangi trigliserida. Dua manfaat diraih bersamaan, yaitu darah
anda mengalir lancar, dan sekaligus menurunkan penumpukan plak di arteria.
Aktivitas fisik yang teratur juga dapat membantu mencegah diabetes tipe 2.
Osteoporosis dan jenis kanker tertentu.
c. Mengelola
berat badan
Bila
fisik selalu aktif dan bergerak, maka kalori akan terbakar. Semakin rajin
bergerak atau berolahraga maka semakin banyak kalori yang terbakar dan mudah
untuk menjaga berat badan dalam kondisi normal. Beberapa cara sederhana bisa
dilakukan, misalnya saat berasa di tempat kerja, mulailah dengan menghindari
lift untuk naik ke lantai lebih atas, sering-seringlah naik tangga.
d. Meningkatkan
tingkat energi
Aktivitas
fisik yang teratur bisa membuat bernapas lebih mudah. Bernafas menjadi ringan,
lancar dan segar. Aktivitas fisik memberikan oksigen dan nutrisi ke semua sel
dan jaringan tubuh. Bahkan aktivitas fisik secara teratur membantu seluruh sistem kardiovaskular, sehingga
peredaran darah melalui jantung dan pembuluh darah bekerja lebih efesien. Saat
jantung dan paru-paru bekerja lebih efesien, akan memiliki lebih banyak energi
untuk melakukan hal-hal yang dinikmati. Bagaimanapun, seluruh langkah demi
langkah dalam kehidupan seseorang amat membutuhkan energi. Jika cadangan energi
akan berlimpah maka penampilan akan power full.
e. Memperbaiki
kualitas tidur
Tidur
sangat penting bagi pemulihan kondisi fisik, setelah sepanjang hari bergerak ke
sana ke mari. Tidur nyenyak dapat meningkat konsentrasi, produktivitas dan
suasana hati. Dalam hal ini mudah diduga, aktivitas fisik bisa menjadi kunci
untuk tidur lebih baik. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu seseorang
tertidur lebih cepat dan amat nyenyak. Namun jika seseorang berolahraga terlalu
dekat dengan waktu tidur, mungkin memiliki terlalu banyak energi untuk segera
tertidur. Sebaiknya aktivitas fisik atau olah raga jangan terlalu dekat dengan
waktu tidur.
f. Meningkatkan
kualitas hubungan seks.
Bagi
pasangan suami istri, aktivitas fisik bisa menyelamatkan gejala
ketidakharmonisan pasutri. Aktivitas fisik yang teratur berdampak pada penampilan
yang lebih berenergi dengan penampilan yang lebih hebat. Hal itu secara
langsung menyebabkan efek positif pada kehidupan seks. Ada yang lebih penting,
aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan peningkatan gairah bagi wanita.
Selain itu, ternyata pria yang berolahraga secara teratur cenderung tidak
memiliki masalah dengan disfungsi ereksi, bahkan ketika umurnya makin menua.
Sebuah
studi terbaru telah dilakukan yang melibatkan 683 remaja kanada dengan usia
12-15 tahun. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa, terjadi penurunan 24
persen dalam aktivitas fisik dari remaja ke dewasa awal. Hasil penelitian
tersebut juga menunjukan penurunan signifikan antara remaja laki-laki yang
memasuki universitas atau perguruan tinggi.
Hasil
penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam American Journalof Preventive
Medicine. Penurunan aktivitas fisik juga biasanya bersamaan dengan perilaku
berisiko lainnya, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
1.3 Tipe-tipe Aktivitas
Fisik
Ada 3
tipe/macam/sifat aktivitas fisik yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan
kesehatan tubuh yaitu:
1. Ketahanan
(endurance)
Aktivitas fisik yang
bersifat untuk ketahanan, dapat membantu jantung, paru-paru, otot, dan sistem
sirkulasi darah tetap sehat dan membuat kita lebih bertenaga. Untuk mendapatkan
ketahanan maka aktivitas fisik yang dilakukan selama 30 menit (4-7 hari per
minggu).
Contoh
beberapa kegiatan yang dapat dipilih seperti:
· Berjalan
kaki, misalnya turunlah dari bus lebih awal menuju tempat kerja kira-kira
menghabiskan 20 menit berjalan kaki dan saat pulang berhenti di halte yang
menghabiskan 10 menit berjalan kaki menuju rumah
· Lari
ringan
· Berenang,
senam
· Bermain
tenis
· Berkebun
dan kerja di taman.
2. Kelenturan
(flexibility)
Aktivitas
fisik yang bersifat untuk kelenturan dapat membantu pergerakan lebih mudah,
mempertahankan otot tubuh tetap lemas (lentur) dan sendi berfungsi dengan baik.
Untuk mendapatkan kelenturan maka aktivitas fisik yang dilakukan selama 30
menit (4-7 hari per minggu).
Contoh
beberapa kegiatan yang dapat dipilih seperti:
· Peregangan,
mulai dengan perlahan-lahan tanpa kekuatan atau sentakan, lakukan secara
teratur untuk 10-30 detik, bisa mulai dari tangan dan kaki
· Senam taichi,
yoga
· Mencuci
pakaian, mobil
· Mengepel
lantai.
3. Kekuatan
(strength)
Aktifitas
fisik yang bersifat untuk kekuatan dapat membantu kerja otot tubuh dalam
menahan sesuatu beban yang diterima, tulang tetap kuat, dan mempertahankan
bentuk tubuh serta membantu meningkatkan pencegahan terhadap penyakit seperti
osteoporosis. Untuk mendapatkan kekuatan maka aktivitas fisik yang dilakukan
selama 30 menit (2-4 hari per minggu).
Contoh
beberapa kegiatan yang dapat dipilih seperti:
· Push-up,
pelajari teknik yang benar untuk mencegah otot dan sendi dari kecelakaan
· Naik
turun tangga
· Angkat
berat/beban
· Membawa
belanjaan
· Mengikuti
kelas senam terstruktur dan terukur (fitness)
Aktivitas
fisik tersebut akan meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran
kalori), misalnya:
· Berjalan
kaki (5,6-7 kkal/menit)
· Berkebun
(5,6 kkal/menit)
· Menyetrika
(4,2 kkal/menit)
· Menyapu
rumah (3,9 kkal/menit)
· Membersihkan
jendela (3,7 kkal/menit)
· Mencuci
baju (3,56 kkal/menit)
· Mengemudi
mobil (2,8 kkal/menit)
Aktivitas
yang dapat dilakukan antara lain:
· Menyapu
· Mengepel
· Mencuci
baju
· Menimba
air
· Berkebun/bercocok
tanam
· Membersihkan
kamar mandi
· Mengangkat
kayu atau memikul beban
· Mencangkul
· Dan
kegiatan lain dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas
fisik berupa olahraga yang dapat dilakukan antara lain:
· Jalan
sehat dan jogging
· Bermain
tenis
· Bermain
bulu tangkis
· Sepakbola
· Senam
aerobik
· Senam
pernapasan
· Berenang
· Bermain
bola basket
· Bermain
voli
· Bersepeda
· Latihan
beban: dumble dan modifikasi lain
· Mendaki
gunung, dll (Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI 2006).
Beberapa
hipotesis yang menjelaskan tentang mekanisme yang mendasari hubungan antara
aktivitas fisik dan fungsi kognitif masih belum dapat dipahami. Aktivitas fisik
memperlihatkan dapat mempertahankan aliran darah otak dan mungkin juga meningkatkan
persediaan nutrisi otak.
Selain
itu kegiatan aktivitas fisik juga diyakini untuk memfasilitasi metabolisme
neurotransmiter, dapat juga memicu perubahan aktivitas molekuler dan seluler
yang mendukung dan menjaga plastisitas otak. Bukti dari suatu studi hewan telah
menunjukkan bahwa aktivitas fisik berhubungan dengan seluler, molekul dan
perubahan neurokimia. Pengaruh yang diamati berhubungan dengan peningkatan
vaskularisasi di otak, peningkatan level dopamin, dan perubahan molekuler pada
faktor neutropik yang bermanfaat sebagai fungsi neuroprotective(Singh-Manoux dkk.2005; Hernandez dkk, 2010).
Selain
itu aktivitas fisik juga diduga menstimulasi faktor tropik dan neuronal growthyang kemungkinan faktor-faktor ini yang menghambat penurunan fungsi
kognitif dan demensia (Yaffe dkk,2001).
Aktivitas fisik dibagi 3 yaitu ringan, sedang
dan berat. Aktivitas fisik ringan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
menggerakkan tubuh, aktivitas fisik sedang adalah pergerakan tubuh yang
menyebabkan pengeluaran tenaga cukup besar, dengan kata lain adalah bergerak
yang menyebabkan nafas sedikit lebih cepat dari biasanya, sedangkan aktivitas
fisik berat adalah pergerakan tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang
cukup banyak (pembakaran kalori) sehingga nafas jauh lebih cepat dari biasanya.
Klasifikasi aktivitas fisik
|
Klasifikasi
Aktivitas Fisik
|
Pengeluaran
kalori
|
Aktivitas
Fisik
|
|
Aktivitas fisik ringan
|
2,5-4,9 kcal/menit
|
Berjalan kaki, tenis meja, golf,
mengetik, membersihkan kamar, berbelanja
|
|
Aktivitas fisik sedang
|
5-7,4 kcal/menit
|
Bersepeda, ski, menari, tennis,
menaiki tangga
|
|
Aktivitas fisik berat
|
7,5-12 kcal/menit
|
Basket, sepak bola, berenang,
angkat beban
|
POLA HIDUP SEHAT
Adalah hidup dengan pola atau gaya yang lebih fokus kepada hal
hal kesehatan, baik itu makanan, prilaku, bahkan gaya hidup yang sangat
berpengaruh kepada kesehatan dan menuju hidup yang sehat baik jasmani maupun
rohani.
Jadi gaya hidup
lah yang menopang pola hidup sehat ini, karena dengan gaya hidup yang sehat
maka pengertian pola hidup sehat akan secara otomatis anda lakukan. Jika gaya
hidup anda terbiasa meminum minuman keras, merokok setiap saat, terlalu banyak
mengkonsumsi obat kimia, narkoba keluar malam setiap hari inilah contoh hidup
tidak sehat dan tentu sangat berpengaruh pada kesehatan.
Pengertian Pola
Hidup Sehat Menurut Ahli:
Menurut Kotler [2002 p 192] pola hidup sehat adalah gambaran dari aktivitas atau kegiatan kita yang di dukung oleh keinginan dan minat kita dan bagaimana pikiran kita menjalaninya dalam berinteraksi dengan linkungan kita. Tentu nya akan hal yang baik baik ya.
Menurut Kotler [2002 p 192] pola hidup sehat adalah gambaran dari aktivitas atau kegiatan kita yang di dukung oleh keinginan dan minat kita dan bagaimana pikiran kita menjalaninya dalam berinteraksi dengan linkungan kita. Tentu nya akan hal yang baik baik ya.
Tahukah anda
orang orang zaman dahulu sehat sehat, bahkan umur mereka lebih panjang dari
pada kita, padahal mereka belum mengerti pola hidup sehat secara alami ataupun
hidup yang berkualitas, tapi kenapa mereka tetap sehat sehat saja?. Jawabannya
adalah mereka selalu memakan makanan yang masih segar, tanpa pengawet, tanpa
zat zat kmia yang terkandung di dalamnya. Mereka juga tidak pernah mengkonsumsi
makanan siap saji yang banyak mengandung zat zat kimia yang perlahan lahan
mengikis kesehatan seperti kita.
Berbeda dengan
kita, kita terkadang terlalu sibuk dengan pekerjaan, lupa waktu akan makan,
selain tidak teratur kita terkadang cenderung mengkonsumsi makanan siap saji,
tidur larut malam, meminum suplemen penambah energi, mengkonsumsi zat zat
kimia. Dan tak jarang banyak diantara kita yang meninggal usia muda, baik itu
terkena komplikasi penyakit, seperti sakit jantung, sakit kanker, sakit stroke,
darah tinggi, dan diabetes. Dan menurut data WHO 70 % kematian masyarakat dunia
akibat penyakit tersebut.
Nah dari situlah
kita sangat perlu melakukansepenuhnya pengertian pola hidup sehat agar kita
tetap bisa mencegah hal hal buruk dari gaya hidup buruk, yang merusak kesehatan
dan hak untuk sehat




Tidak ada komentar:
Posting Komentar